Inilah Dampak Jika Debu Vulkanik Terhirup

Kirim artikel ini Kirim artikel ini Print Artikel ini Print Artikel ini

Dampak Jika Debu Vulkanik Terhirup – Dampak letusan gunung berapi memiliki kandungan beragam materi salah satunya dalam wujud debu serta abu. Debu memiliki ukuran lebih kecil di banding abu, yakni kurang dari 10 mikron. Meski demikian debu serta abu berikan resiko yang sama apabila hingga terhirup.

Dampak debu serta abu bukan sekedar menyebabkan masalah pernapasan, namun juga iritasi mata serta kulit.

dampak jika debu vulkanik terhirup

Dampak Jika Debu Vulkanik Terhirup

“Memang cuma abu memiliki ukuran kurang dari 10 mikron yang dapat mengakibatkan masalah pernapasan. Serta hanya yang memiliki ukuran kurang dari 5 mikron yang dapat masuk pada saluran pernapasan bagian bawah. Tetapi tentu saja masyarakat mesti waspada, ” Demikian menurut dokter pakar pernapasan RSUP Persahabatan, Dokter Agus Dwi Santoso.

Dampak jika abu vulkanik terhirup, kata Agus, terdiri atas akut serta kronik. Dibawah ini penjelasannya :

1. Dampak akut
Dampak akut terjadinya iritasi saluran serta masalah pada pernapasan. Iritasi saluran pernapasan ini diawali dari hidung berlendir serta meler. Setelah itu korban akan mengalami sakit tenggorokan yang terkadang dibarengi batuk kering. Apabila berlanjut korban bakal mengalami batuk berdahak, sesak napas, sampai napas berbunyi (mengi).

Dampak akut akan terkena orang-orang yang memanglah telah mempunyai masalah pernafasan sebelumnya, umpamanya asma, bronkitis, serta enfisema yang disebut penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

A. Asma
Menurut Agus, debu vulkanik merupakan pencetus serangan asma. Debu yang halus mengakibatkan susunan saluran pernapasan menimbulkan banyaknya sekresi dahak dan menyebabkan batuk serta pernapasan terasa lebih berat. Pasien asma, terutama anak-anak, bisa mengalami serangan batuk serta sesak dada.

B. Bronkitis
Debu vulkanik bisa mengakibatkan peradangan saluran napas bawah serta berkembang jadi bronkitis akut. Serangan ini berjalan sepanjang selama sekian hari dengan tanda-tanda batuk kering, produksi dahak berlebihan, sesak napas serta napas berbunyi.

C. PPOK
Untuk yang telah menanggung derita PPOK pajanan abu vulkanik bakal mengakibatkan penambahan tanda-tanda seperti sesak napas serta produksi dahak berlebihan.

“Waspada juga pada resiko infeksi saluran napas akut (ISPA). ISPA disebabkan iritasi saluran napas yang mengakibatkan infeksi seperti tonsilitis, faringitis, serta bronchitis. Infeksi saluran napas ditandai demam/meriang, sakit tenggorokan serta dahak jadi kental.

2. Dampak kronik
Dampak kronik dikarenakan pajanan abu vulkanik kurun waktu lama yang menyebabkan penurunan manfaat paru. Pajanan itu umumnya membutuhkan saat tahunan sampai menyebabkan PPOK.

Tak hanya PPOK, pajanan abu juga menyebabkan silikosis pada jaringan paru. Silikosis adalah penyakit lantaran penumpukan silika, yang disebut kandungan dalam abu vulkanik, dalam jaringan paru sampai mengakibatkan masalah pernapasan.

Pastinya, ke-2 dampak itu pasti bisa dihindari. “Pergunakan masker atau setidaknya kain untuk tutup mulut serta hidung, agar tak hirup debu serta abu vulkanik. Masker ini mesti dipakai terlebih pada populasi berisiko seperti yang telah alami sakit paru, anak-anak, serta orangtua, ” kata Agus.

Dampak Jika Debu Vulkanik Terhirup

Demikian artikel Dampak Jika Debu Vulkanik Terhirup, gambar dan sumber dari kompas.

Inilah Dampak Jika Debu Vulkanik Terhirup | abwaba | 4.5